Thursday, October 15, 2015

My Promise

My Promise Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Janji adalah sebuah ungkapan atau omongan yang perlu di pertanggung jawabkan, karena di saat kita sudah berjanji. berarti kita harus siap dengan apa yang kita janjikan.

Seperti kata pepatah “Janji adalah hutang” artinya janji sama dengan uang, saat kita berhutang dengan orang lain, kita harus segera melunasinya. Begitu pula dengan janji, jika kita sudah berjanji dengan orang lain kita harus menepatinya.

Bicara soal janji, aku ingat akan janjiku pada temanku setelah sekolah nanti, kita mau pulang bersama.

“Hai Dimas!” Suara itu mengagetkanku yang saat itu aku masih melamun di kursiku, ya beginilah. Aku memang kadang suka melamun sendiri di kelas saat istirahat sekolah hampir selesai.

“Iya apa Din, ada apa?” jawabku sedikit kaget dengan sapaannya tadi. Namanya Dina, Ia temanku bisa juga disebut sahabatku, kadang dia yang slalu bisa mengerti aku. Iya, memang aku karakter anak yang pendiam dan tidak mudah akrab dengan yang lain. tapi menurutku gadis itu berbeda, aku sangat nyaman dengannya.

“Tak apa kok, kamu melamun saja sih !” Ucapnya sambil menyindirku.

“Kyak gak tau aku saja kamu Din!” Jawabku tanpa basa basi.

“Oh iya, nanti jadi pulang bareng ya Dim?” Tanyanya dengan senyuman yang sangat mencurigakan bagiku. “iya!” Jawabku pendek men
... baca selengkapnya di My Promise Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, October 14, 2015

Wiro Sableng #6 : Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga

Wiro Sableng #6 : Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SAMPAI menjelang tengah malam pesta perkawinan puteri Ki Lurah Rantas Madan dengan putera Ki Lurah Jambar Wulung masih kelihatan meriah. Tamu-tamu duduk di kursi masing-masing sambil menikmati hidangan dan minuman yang diantar para pelayan serta sambil menikmati permainan gamelan dan suara pesinden Nit Upit Warda yang lembut mengalun membawakan tembang "Kembang Kacang."

Kedua mempelai yang berbahagia yaitu Ning Leswani dan Rana Wulung kelihatan duduk diantara para tamu dibarisan kursi paling depan, tepat dimuka panggung. Ki Lurah Rantas Madan duduk di samping Rana Wulung bersama istrinya sedang Ki Lurah Jambar Wulung di sebelah Ning Leswani juga bersama istrinya.

Karena masing-masing mempelai yang kawin adalah anak-anak lurah dari dua desa yang berdekatan maka dengan sendirinya suasana perkawinan meriah dan besar-besaran. Malam itu adalah malam pesta perkawinan yang pertama dan besok lusa akan dilanjutkan dengan pesta perkawinan yang kedua dan ketiga.

Pada menjelang dinihari di mana udara dinginnya mencucuk tulang-tulang sampai ke sungsum, tamu-tamu sudah banyak yang pulang.

Beberapa orang yang masih disana sudah mengantuk bahka
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #6 : Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1